Cerbung : Aku dan Gerimis 02

Aku dan Gerimis 02
            “Apa????????”
            Suara Rini, sahabatku, menggelegar mengalahkan suara guruh dari langit yang terlihat kelam. Kawan-kawan kantor memandangi kami penuh tanya. Aku langsung menempelkan telunjuk di bibir.
            “Tega banget, sih? Kok, bisa-bisanya dia bohongin elo. Pake alasan sakit segala. Eh, ternyata malah hujan-hujanan bareng cewek lain kayak di film India.” Rini berbisik, namun nada suaranya tajam menusuk. “Elo sudah konfirmasi ke dia?”
            “Enggak perlu. Apa yang gue liat udah cukup menjelaskan segalanya.” aku menggertakkan gigi.
            “Jadi, kalian putus?”
            Aku hanya mengangkat bahu, tak ingin membahasnya lebih jauh. Sakit.
            “Gimana kalo pulang kantor kita nonton aja.” Rini menepuk punggungku. Mencoba menghibur.
            “Makasih. Gue pengen di apartemen aja malam ini.”
            “Oke. Tapi, kalo kamu perlu sesuatu jangan segan menghubungi gue, ya.” Rini melambai dan beranjak menuju mejanya.
            Aku menyibukkan diri dengan berkas-berkas sampai lewat jam kantor. Aku baru berhenti bekerja, kala ponsel berbunyi.
            “Ada apa, Ma?” aku menempelkan ponsel di telinga sembari mengetik di laptop.
            “Kamu mau pulang ke rumah?”
            “Enggak, Ma. Hari ini Anya langsung ke apartemen. Banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan.”
            “Padahal Mama sudah masak makanan kesukaanmu.” nada kecewa Mama terdengar jelas.
            “Maafkan, Anya, Ma.”
            “Enggak apa-apa. Mama bisa masak lagi lain waktu. Kamu jangan lupa makan, ya. Jangan tidur terlalu larut. Jaga kesehatanmu. Mama enggak mau kamu sakit.” aku terkekeh mendengar petuah khas Mama.
            “Iya, Ma.”
            Setelah menutup telepon, aku membereskan file-file dan bergegas ke parkiran. Kantor sunyi senyap. Hanya ada beberapa sekuriti yang berjaga.
            “Pulang dulu, Mang Udin.” aku menyapa seorang satpam yang duduk di samping pintu utama.
            “Baru pulang, Non Anya?”
            “Iya, nih. Lagi banyak kerjaan.”
            “Perlu Mamang antar?” Mang Udin menyiapkan payung.
            “Enggak perlu, Mang. Cuma gerimis aja, kok.”
            “Ya, udah kalo gitu. Hati-hati yah, Non.”
            Aku melambai dan berlari. Tak disangka tetesan air hujan menjadi deras. Bajuku langsung basah kuyup.
Ketika akan membuka pintu mobil, tubuhku mendadak ditarik dan dipeluk. Aku hampir saja berteriak kala mengenali orang yang sedang mendekapku.
“Elo?”
Panji, kekasihku, menyeringai. “Halo, Sayang.”
“Lepasin!!!” Aku dan Gerimis 02
            “Elo kenapa sih, Anya? Sudah beberapa hari ini gue SMS dan telepon, enggak ditanggapin.”
Aku diam dan menatap wajahnya penuh amarah. Aku dan Gerimis 02
            “Elo marah gara-gara gue nggak datang di acara ulang tahun elo? Kan gue udah bilang, gue sakit. Masak segitu aja marah.” aku menepis tangan Panji dan menjauh. Tetapi, dia kembali menarikku.
Panji mencoba mengelus pipiku. Matanya membujuk. Namun, aku tak mau dibohongi lagi. Aku balas menatapnya dengan murka.
“Setangkai mawar nggak cukup menebus dosa gue, ya?” dia mengeluarkan bunga yang dimaksud dari balik punggung. Mawar merah itu layu terkena air hujan. Semerana hatiku yang terkhianati.
            “ENGGAK!!!” suaraku mengalahkan deru air hujan.
            Kudorong Panji dan masuk ke dalam mobil. Dia memukul kaca dan berteriak bingung.
            Pedal gas kuinjak dalam-dalam. Ban berdecit nyaring. Air mataku membanjir. (Bersambung)
***
Aku dan Gerimis 02

(Sebelumya : Aku dan Gerimis part 01)

Aku dan Gerimis (02)
Penulis yang dengan nama lengkap Titi Nurmala Kekenusa ini, lahir di Kotamobagu, Sulawesi Utara, 5 November 1987. Berrprofesi sebagai PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara higga saat ini.
Penulis yang telah menghasilkan 20 antologi ini, juga aktif mengajar sebagai guru mengaji dan guru sastra di sebuah rumah belajar.
Beberapa karyanya pernah menjadi juara lomba yang diadakan beberapa penerbit antara lain Impian Terbesar (Leutika Prio), Arti Hujan (Penerbit Harfeey, 2012), Mimpi Masa Lalu (Penulis & Sastra, 2013), dll.
Saat ini dia didaulat menjadi editor di komunitas penulis lokal bernama Kata Tulisan, dan menjabat sebagai Ketua Hijabers Kotamobagu. Sekarang, penulis sedang berusaha menyelesaikan sepuluh buku yang sedang dia garap.
Penulis bisa dikontak melalui FB : Titi Nurmala Kekenusa atau twitter @titi_keke & IG @titi_keke.

 

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*