Cerbung : Aku dan Gerimis 01

Aku dan Gerimis
            Aku menyingkap gorden jendela dan menatap keluar rumah. Cemas. Beberapa jam lagi pesta ulang tahunku akan dimulai. Tetapi sayangnya, gerimis yang turun perlahan seperti mengancam untuk membatalkan pesta kebun yang sudah dirancang sebulan sebelumnya.
            “Acaranya tetap akan dilanjutkan?” ibuku ikut menghampiri jendela.
            “Masih ada waktu, Mi. Siapa tau akan reda sebentar lagi.” harapku.
Sepanjang perayaan yang akhirnya harus dipindahkan ke dalam rumah, gerimis tidak menunjukkan rasa kasihannya sama sekali. Padahal hampir sepanjang acara aku bolak balik ke halaman, tak peduli pada make up yang mungkin luntur atau seruan ibu yang khawatir kalau aku sakit. Sambil berdoa dalam hati siapa tahu saja Dia yang di atas mau mendengarkan permohonanku yang sedang berulang tahun. Namun, sayangnya sampai pesta selesai Dia belum mau berbaik hati mengabulkannya.
Tak disangka gerimis ikut membahasi hati, kala kusadari kekasihku tak menunjukkan rasa simpatinya. Kealpaannya  semakin melunturkan kebahagiaan yang seharusnya kurasakan saat ini.
Ketika pesta berakhir dan tamu undangan beranjak pergi, aku langsung menyambar kunci mobil. Jalanan yang mulai sepi tak kuhiraukan sama sekali. Dalam pikiranku hanya satu, aku ingin bertemu dengan kekasihku. Walaupun, ketidakhadirannya membuatku sakit hati. Tetapi, kekecewaanku mungkin akan menjadi kesedihan kalau tidak bisa bertemu sekarang juga, dan melewatkan detik-detik bersamanya sampai hari berganti.
Mobilku berhenti tepat di depan gerbang rumahnya. Niatku turun dari mobil urung, waktu kulihat sosoknya di samping gerbang. Dia tidak sendiri. Seorang gadis berdiri di hadapannya, wajahnya tak bisa kulihat.
Gerimis dalam hati berubah menjadi hujan di mataku, saat kulihat dengan lembut kekasihku mengusap rambut gadis itu dan mengecup keningnya. Aku langsung banting setir meninggalkan kemesraan mereka.
Di sebuah taman yang lengang aku berhenti. Seraya menjejakkan kaki di rumput yang basah, aku memandang ke langit dan berteriak.
Menyalahkan Dia, menyalahkan kekasihku, menyalahkan gerimis yang telah menjadi hujan. (Bersambung)
***

Aku dan Gerimis (01)

            Penulis yang dengan nama lengkap Titi Nurmala Kekenusa ini, lahir di Kotamobagu, Sulawesi Utara, 5 November 1987. Berrprofesi sebagai PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara higga saat ini.
Penulis yang telah menghasilkan 20 antologi ini, juga aktif mengajar sebagai guru mengaji dan guru sastra di sebuah rumah belajar.
Beberapa karyanya pernah menjadi juara lomba yang diadakan beberapa penerbit antara lain Impian Terbesar (Leutika Prio), Arti Hujan (Penerbit Harfeey, 2012), Mimpi Masa Lalu (Penulis & Sastra, 2013), dll.
Saat ini dia didaulat menjadi editor di komunitas penulis lokal bernama Kata Tulisan, dan menjabat sebagai Ketua Hijabers Kotamobagu. Sekarang, penulis sedang berusaha menyelesaikan sepuluh buku yang sedang dia garap.
Penulis bisa dikontak melalui FB : Titi Nurmala Kekenusa atau twitter @titi_keke & IG @titi_keke.

 

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*