Pemkot Kotamobagu Bahas Masa Depan UDK Bersama YPTK

Pemkot Kotamobagu Bahas Masa Depan UDK Bersama YPTK

Pemkot Kotamobagu Bahas Masa Depan UDK Bersama YPTK.
ADVERTORIAL, KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu bahas masa depan UDK (Unversitas Dumoga Kotamobagu) bersama YPTK (Yayasan Peruruan Tinggi Kotamobagu), dalam pertemuan yang digelar Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Rabu (01/03/17) di Makassar.
Wali Kota Tatong Bara hadir mewakili Pemkot Kotamobagu dalam pertemuan yang juga dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr. Andi Andi Niartiningsih, pihak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) Republik Indonesia.

Pemkot Kotamobagu Bahas Masa Depan UDK Bersama YPTK

Berbagai hal tentang Pengelolaan UDK menjadi inti pertemuan itu. Dan sesudahnya dilaksanakan penyerahan berita acara tentang pengelolaan UDK, oleh salah satu pendiri YPTK Abdullah Fujiwara kepada Tatong yang mewakili Pemkot.

Pemkot Kotamobagu Bahas Masa Depan UDK Bersama YPTK

Setelahnya, Tatong menyerahkan dokumen tersebut kepada Prof. Dr. Umar Paputungan, sebagai pengurus YPKM (Yayasan Pendidikan Kotamobagu Mandiri).

Pemkot Kotamobagu Bahas Masa Depan UDK Bersama YPTK

Usai pertemuan, Tatong meyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Kopertis Wilayah IX Sulawesi dan pihak Kemenristek-Dikti yang telah menjadi fasilitator.
“Pertemuan ini, merupakan pertemuan yang sagat penting dan strategis, dalam upaya meningkatkan dan memajukan dunia pendidikan tinggi. Terlebih, UDK merupakan Universitas kebanggan masyarakat d seluruh wilayah Bolmong Raya,” ujar Tatong. (udi)
Usai pertemuan, Tatong meyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Kopertis Wilayah IX Sulawesi dan pihak Kemenristek-Dikti yang telah menjadi fasilitator.
“Pertemuan ini, merupakan pertemuan yang sagat penting dan strategis, dalam upaya meningkatkan dan memajukan dunia pendidikan tinggi. Terlebih, UDK merupakan Universitas kebanggan masyarakat d seluruh wilayah Bolmong Raya,” ujar Tatong.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*