Pemkot Gandeng LPPOM MUI Audit Produk Makanan Olahan

Pemkot Gandeng LPPOM MUI Audit Produk Makanan Olahan

Pemkot Gandeng LPPOM MUI Audit Produk Makanan Olahan.
KOTAMOBAGU, INDOBMR.COM Dalam rangka memberi jaminan dan perlindungan kepadamasyarakat tentang keamanan serta kenyamanan pangan produk makanan yang di konsumsi masyarakat, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota kotamobagu bekerjasama dengan LPPOM MUI sulut serta Dinas Perindustrian dan Pserdagangan Propinsi Sulut selaku pendamping, Rabu (15/03/17) melakukan audit produk makanan pada 5 UKM di kotamobagu.
Kepala Dinas Perindustrian dan dan Tenaga Kerja Kotamobagu Hidayat Mokoginta melalui Kabid Perindustrian Fadlun Paputungan mengatakan, audit tersebut dilakukan guna meninjau produk serta proses produksi makanan.
“Guna proses penerbitan sertifikasi halal pada produk  yang dihasilkan. Dan juga merupakan persyaratan untuk masuk pasar yang diminati, harus dengan sertifikat halal. Agar produk yang dihasilkan sudah memenuhi peraturan mengenai label undang-undang kesehatan”, Ujar Fadlun saat mendampingi Tim Auditor LPPOM Sulut di lapangan.
Disinggung soal biaya, Fadlun mengungkapkan kegiatan tersebut dibiayai dengan APBD Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Kotamobagu.
Sementara itu, Direktur  LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut Drs Adnan Mandiri selaku auditor, mengatakan audit yang dilakukan merupakan tindak lanjut usulan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kotamobagu untuk memverifikasi bahan, proses dan sebagainya yang terkait dengan sertifikasi halal.
Ditanya soal hasil audit produk makanan pada sejumlah UKM, Adnan mengungkapkan “sejauh pemantauan sudah memenuhi syarat, namun Ia pun tak menampik  ada beberapa hal yang sedikit diperbaiki, antara lain gudang yang bercampur dengan barang lain, yang tidak ada kaitan dengan produksi. Serta pengepakkan produk makanan juga harus diperbaiki, tapi itu sudah tidak terlalu prinsip” ujarnya.
Senada dikatakan Sekretaris Umum MUI Sulut yang juga selaku auditor, “Jadi dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh perusahaan atau pengusaha sehingga pabila proses audit telah selesai maka kemudian masuk pada proses  sidang” ujarnya
Ditambahkannya,  “hari kerja untuk penerbitan sertifikat halal adalah 15 hari kerja, setelah menerima perbaikan baru akan diterbitkan sertifikat halal setelah adanya sidang dari komisi fatwa” Tandasnya.
Kepada para pelaku usaha khusunya produk makanan yang belum mengantongi sertifikat halal dari MUI, Ia pun menghimbau agar segera mengurusnya, untuk keamanan dan kenyamanan pangan, sehingga nantinya produk yang dihasilkan dapat dipasarkan secara lebih luas dipasaran.
Adapun Daftar UKM yang di Audit oleh Tim LPPOM MUI Sulut adalah:
NO
NAMA UKM
LOKASI
PRODUK OLAHAN
1
U.D Bersama
Motoboi Kecil
Kacang Goyang, Kacang Sanghai serta Nogat
2
U.D Serasi
Motoboi Kecil
Kacang Goyang,Kacang Sanghai,Nogat
3
U.D Arafah
Poyowa Besar I
Kue Moka,Kue kolombeng
4
Rumah Kue ARMINA
Poyowa Besar II
Klapertart dan Kue Moka
5
U.D Mojago
Bilalang I
Kopi olahan
(udi)

Pemkot Gandeng LPPOM MUI.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*