Ranperda Pembiayaan Domestik Jamaah Haji Disahkan Menjadi Perda

Ranperda Pembiayaan Domestik Jamaah Haji Disahkan Menjadi Perda

ADVERTORIAL – Ranperda tentang Pembiayaan Domestik Jamaah Haji akhirnya disahkan menjadi Perda dalam Rapat Paripurna tingkat II, Jumat (10/02/17) yang digelar di gedung DPRD Kotamobagu Jl. Paloko-Kinalang Kelurahan Kotobangon.
Masing-masing juru bicara yang mewakili Fraksi, masing-masing Kadir Rumoroy dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya Sejahtera, Alfrets Nelson Paath Fraksi PAN, Djelantik Mokodompit Fraksi Partai Golkar dan Adrianus Mokoginta Fraksi PDIP, menyatakan menerima Ranperda tersebut disahkan menjadi Perda.

Ranperda Pembiayaan Domestik Jamaah Haji Disahkan Menjadi Perda

Sementara, Fraksi Partai Demokrat tidak hadir dalam rapat yang dipimpin Ketua Dewan Ahmad Sabir, karena sedang menghadiri Rapimnas Partai yang dikomandoi mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta.
Dengan disahkannya Ranperda yang ditandatangani antara pihak Pihak Legislatif dan Eksekutif itu, maka biaya perjalanan domestik jamaah Haji, akan dianggarkan di APBD Kotamobagu.

Ranperda Pembiayaan Domestik Jamaah Haji Disahkan Menjadi Perda

Selain pembicaraan tingkat II pengesahan Ranperda tentang Pembiayaan Domestik Jamaah Haji menjadi Perda, rapat itu juga dirangkaikan dengan pembicaraan tingkat I 6 Ranperda.
Yakni Ranperda Pemekaran Kelurahan Gogagoman, Ranperda Keterbukaan Informasi Publik, Ranperda Penamaan Jalan, Ranperda Pemekaran Biga Dayanan, Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Ranperda Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Ranperda Pembiayaan Domestik Jamaah Haji Disahkan Menjadi Perda

Wali Kota Kotamobagu  Tatong Bara, Forkompinda, Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu  Tahlis Gallang, Asisten I Nasrun Gilalom, Asisten II Gunawan Damopolii, Asisten III Adnan MAssinae, Pemimpin-pemimpin SKPD dan ASN di lingkup Pemkot Kotamobagu serta tamu dan undangan , diketahui hadir dalam sidang paripurna terbuka itu. (ADV/udi)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*