Berburu Sunrise di Puncak Dumpeya
Puncak Dumpeya' Mongkonai Barat, salah satu aset pariwsata Kota Kotamobagu

Berburu Sunrise di Puncak Dumpeya

Berburu Sunrise di Puncak Dumpeya
WISATA, INDOBMR.COM – Akhir pekan telah tiba. Waktunya untuk sejenak melepaskan penat, setelah kembali harus menyelesaikan rutinitas di minggu pertama Januari 2017.
Sayapun bergegas menghubungi sahabat-sahabat yang tergabung dalam Komunitas Android Mongkonai (KAMI), untuk menentukan destinasi alam di tanah Totabuan mana lagi yang harus dikunjungi.
Air terjun, pantai, gua, gunung dan berbagai usulan lainpun dilontarkan, oleh anggota Komunitas yang memang mengkhususkan diri mempromosikan keindahan alam Bolmong Raya lewat tulisan dan foto di berbagai sosial media itu.
Namun, berbagai usulan menarik yang dilontarkan harus ditolak, mengingat jauhnya tempat yang akan dituju dan cuaca di bulan Januari yang masih masuk musim penghujan.
Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, kami menerima usulan salah satu sahabat untuk mencari destinasi yang dekat dari Kota Kotamobagu. Pilihannya jatuh ke Puncak Dumpeya,’ tempat berburu sunrise (matahari terbit) yang pemandangannya tak kalah dengan Gunung Bromo.
Mungkin, nama Dumpeya’ masih cukup asing untuk sebagian besar masyarakat Kota yang dipersiapkan menjadi Ibu Kota Provinsi BMR ini. Tetapi, tidak bagi warga Kelurahan Mongkonai. Karena puncak tersebut masuk wilayah Kelurahan Mongkonai Barat, dan merupakan kawasan perkebunan rakyat.
Keesokan harinya, usai sholat subuh, kami telah berkumpul di jembatan gantung kilo 5, Kelurahan Mongkonai Barat. Yang merupakan jalan masuk menuju puncak Dumpeya.’

Berburu Sunrise di Puncak Dumpeya

Kamipun memulai perjalanan dengan berjalan kaki. Jalan yang dilalui cukup mudah. Bahkan kalau bukan di musim penghujan, sepeda motor jenis matic sebenarnya bisa dikendarai hingga ke puncak.
Setelah menempuh jalan yang menanjak sejauh 2 kilometer, kamipun tiba di puncak Dumpeya.’ Mungkin karena udara pagi yang cukup dingin dan hari yang masih gelap, membuat perjalanan terasa singkat.
Bergegas kami berpencar mencari spot terbaik, untuk mengabadikan salah satu momen keindahan alam yang entah kenapa pamornya seolah kalah dengan sunset (matahari terbenam). Mungkin dikarenakan kebanyakan orang di akhir pekan, malas beranjak pagi-pagi dari hangatnya tempat tidur. Mungkin sih.

Berburu Sunrise di Puncak Dumpeya

Akhirnya, momen yang kami tunggupun tiba.
Hamparan kabut putih nan indah di bawah sana, membuat saya merasa berada di atas awan. Dan detik-detik kemunculan Matahari, menjadi sebuah kemegahan yang akan selalu tersimpan dalam ingatan.
Secerek kopi turut melengkapi perbincangan kami sambil sesekali mengabadikan momen luar biasa tersebut.

Berburu Sunrise di Puncak Dumpeya

Sungguh, sebuah keadaan yang membuat diri ini merasa begitu kecil. Menginjak setiap benih kesombongan yang tumbuh dalam diri.
Setelah Matahari mulai tinggi, kamipun berkemas dan bergegas untuk turun.

Berburu Sunrise di Puncak Dumpeya

Dalam perjalanan pulang tak hentinya hati ini mengucap syukur. Betapa Bolmong Raya benar-benar diberikan anugerah yang luar biasa oleh Yang Maha Kuasa. Semoga kita bisa menjaga setiap jengkal keindahan tanah ini, dari tangan-tangan yang ingin merusaknya. Semoga. (udi)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*