Terkait Kasus Cabul Siswi PSG Kuasa Hukum Korban Minta Proses Hukumnya Dipercepat
Kuasa Hukum Korban Pencabulan, Eldy Satria Noerdin, SH

Terkait Kasus Cabul Siswi PSG Kuasa Hukum Korban Minta Proses Hukumnya Dipercepat

KOTAMOBAGU, INDOBMR.COM – Belum ditetapkannya MM alias Asoi, atas kasus dugaan pencabulan kepada siswi PSG yang merupakan anak dibawah umur, mendapat tanggapan dari Kuasa Hukum korban, Eldy Satria Noerdin, SH.
Menurut Eldy saat bersua indobmr.com, Rabu (14/12) di kediamannya, sejak peristiwa tersebut korban mengalami trauma, dan kondisi psikologisnya tidak stabil.
“Dengan pertimbangan kondisi psikologis korban saat ini. Saya berharap Polres Bolmong dapat lebih mempercepat proses hukum terhadap si diduga tersangka yang saat ini masih berstatus saksi,” ujar Eldy.
Eldy melanjutkan, jika kasus ini berlarut-larut tanpa ada kepastian hukum, maka akan memperburuk kondisi psikologis korban.
“Korban adalah anak kita juga, yang kini tengah berjuang meraih masa depannya lewat pendidikan. Jangan sampai kasus ini menghancurkan impiannya. Kami selaku kuasa hukum korban, ketat mengawal kasus ini. Sedikit saja menyimpang, langkah hukum wajib kami lakukan,” tegas Eldy.
Diketahui, proses hukum kasus pencabulan yang diduga dilakukan Asoi, yang juga meruakan Ketua KNPI nonaktif pada Selasa, 29 November 2016 lalu, masih bergulir. Dengan Polres Bolmong telah melakukan seragkaian pemeriksaan kepada saksi korban, pelapor, serta saksi korban.
Namun hingga kini, penyidik Polres Bolmong belum menetapkan tersangka, dalam kasus yang menyita perhatian publik Totabuan tersebut.
Kapolres Bolmong AKBP Faisol Wahyudi SIK, Selasa (13/12) sebelumnya mengatakan, sebagai terlapor MM sedianya akan menjalani pemeriksaan kedua pada hari itu. Tapi menurut Faisol, pemeriksaan urung dilakukan karena MM berhalangan hadir dengan alasan sakit.
Selain masih membutuhkan pemeriksaan tambahan terhadap terlapor, Faisol menyebut kasus yang sudah naik ke tingkat penyidikan itu juga masih akan memeriksa dua saksi tambahan dan meminta keterangan ahli pidana.
“Kami panggil (terlapor) untuk (pemeriksaan) tambahan Tapi kemarin pengacaranya mengajukan surat keterangan sakit. Kalau tidak salah (izin) sampai hari ini. Insyaallah besok dilakukan pemeriksaan tambahan. Kemudian ada tambahan dua saksi lagi. Selanjutnya nanti akan dimintakan (keterangan) saksi ahli (pidana) juga,” kata Faisol. (udi)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*