Terkait Kasus Cabul Siswi PSG Kuasa Hukum Korban Minta Proses Hukumnya Dipercepat
Kuasa Hukum Korban Pencabulan, Eldy Satria Noerdin, SH

Minta Kepastian Keluarga Korban Pencabulan Datangi Polres Bolmong

KOTAMOBAGU, INDOBMR.COM – Proses penyidikan kasus dugaan pencabulan yang menyeret MM alias Mel (40), sejak dilapor pada 29 November lalu, hingga kini masih terkatung-katung. Pasalnya, belum ada kepastian kapan dilakukan pemeriksaan saksi ahli, termasuk gelar perkara untuk memastikan apakah terlapor akan ditahan dan ditetapkan tersangka.
 Hal itu menjadi alasan kedua orangtua korban didampingi pengacara mengunjungi kantor Polres Bolmong, sekitar pukul 13.25, Selasa (20/12) . Mereka ingin memperoleh kejelasan sampai di mana tahapan penindakan penyidik Polres Bolmong.
 ”Kami ingin lakukan konfirmasi atas meminta kejelasan penanganan kasus pencabulan ini. Apalagi sejak dilaporkan, penangan kasus ini sudah masuk hari ke 22 namun status terlapor belum ditingkatkan,” kata Eldy Noerdin, pengacara korban.
 Menurutnya, kasus kekerasan seksual terhadap anak masuk kategori extraordinary crime atau kejahatan luar biasa. Dengannya, penanganan kasus itu mestinya luar biasa pula. “Itu bukan kata saya, tapi kata Presiden Jokowi yang kemudian mengeluarkan Perppu kebiri Mei lalu. Jadi jangan terkesan perkara ini dianggap remeh, ini perkara sangat serius,” ujar Eldy.
 Polres, tambah Eldy, harus semaksimal mungkin mempercepat penyidikan dan melaksanakan gelar perkara untuk memastikan status dari terlapor. Pihaknya mengaku memberikan segala upaya jika itu untuk membantu aparat bisa mempercepat proses penyidikan.
 ”Kita memperjuangkan haknya anak dalam artian bagaimana segera mungkin ada kejelasan atas status terlapor. Makin lama terlapor menyandang sebagai saksi, secara tidak langsung ada tekanan secara psikologi dan sosial tersendiri kepada korban, mulai dari teman sekolah, masyarakat.”
 “Dia masih anak-anak masih butuh perlindungan. Apalagi korban sering menyendiri menangis di kamar. Ini yang harus dipertimbangkan, jangan sampai kondisi itu berkepanjangan dan mempengaruhi perilaku korban kedepan,” tegas Eldy.
 Ayah korban, Susanto MS Saleh (40), terkesan sedikit kecewa dengan penanganan Polres Bolmong. Meski hampir setiap hari terlihat menyambangi Polres Bolmong, ia tak henti-hentinya meminta kepastian aparat kapan akan meningkatkan status terlapor menjadi tersangka.
 “Harapan kami agar penanganan kasus ini cepat ternyata sebaliknya. Tentu kami tidak puas. Anak trauma berat sampai takut pergi ke sekolah. Polres seharusnya secepatnya memproses kasus ini dengan bukti yang sudah jelas,” ungkap Susanto, ketika diwawancarai di depan rungan Kasatreskrim Polres Bolmong.
 Di waktu yang sama, Charli Tuela, pengacara terlapor MM alias Mel, saat di wawancara di kantor Polres Bolmong mengaku masih menunggu pemanggilan penyidikan lanjutan dari Polres. ”Kami belum ada panggilan, tapi hanya sekadar mengecek saja di Polres, sambil menunggu panggilan,” terangnya. (im)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*