DPRD Imbau Masyarakat Jangan Mudah Terpengaruh Isu Hoax

Status WTP Harus Berdampak Nyata Pada Perencanaan Pembangunan

IndoBMR.com, Kotamobagu  — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu Hi Ahmad Sabir, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kotamobagu yang berhasil meraih Opini Wajar tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan pengelolaan Keuangan.

Namun demikian, dirinya mengingatkan, bahwa apa yang diraih tersebut, harus sesuai dengan proses perencanaan pembangunan yang matang dan baik secara nyata dilapangan,  terlebih khusus lagi tidak menimbulkan dampak buruk kepada warga masyarakat.

Hi Ahmad Sabir mencontohkan soal adanya keluhan warga masyarakat diwilayah kota utara, tepatnya di desa Sia’

“Kami mendapat laporan dari warga, terkait dengan pembangunan pelebaran dan Pembuatan Drainase yang dinilai buruk, “ ujar Sabir.

Menurut Ahmad Sabir,  tanah milik warga setempat, kebanyakan memang terkena dampak pembuatan Drainase, dan tidak dikenakan ganti rugi.

“Tanah tersebut tidak ada ganti rugi, dan mestinya pemerintah berterima kasih.  hanya saja Warga masyarakat menginginkan  agar  perencanaan pembuatan drainase,  harus baik  serta berkualitas, “ ucapnya

Sebagaimana yang dilaporkan masyarakat, bahwa ada beberapa  Pondasi Rumah milik warga  setempat, yang sudah langsung berbatasan dengan galian drainase, tapi tidak di pondasi oleh pihak pekerja.

“Harusnya dipondasi, baik luar dan dalamnya, sebab jika tidak maka tanah milik warga, secara berlahan akan jatuh, “ tuturnya

Menariknya lagi, “ Akibat pembuatan Drainase yang tidak sesuai dengan perencanaan dan tidak matang itu, maka menimbulkan dampak buruk juga bagi kelurahan tetangga,” kata Sabir

Lebih lanjut dirinya mengatakan, Bila hujan mengguyur selama satu jam saja, maka air dari desa sia’ tersebut mengalir ke wilayah kelurahan Biga, dan menimbulkan banjir.

Ada beberapa rumah warga yang terendam air,  ini membuktikan bahwa perencanaan pembuatan Drainase sangat buruk.

“kami meminta kepada Pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini, sebab rakyat menjadi korban, atas perencanaan pembangunan yang tidak matang dan terlihat buruk,” tegas Ketua DPRD Kotamobagu Ahmad Sabir.

Lebih jauh lagi, Ahmad Sabir menerangkan, bahwa sistem pengelolaan keuangan yang baik harus juga di ikuti dengan  perencanaan pembangunan yang merata disemua bidang, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan tidak terkesan asal jadi, sebab masih banyak permasalahan yang ada disekitar kita yang tidak mendapat perhatian, salah satunya jalan tani Kepatan di Poyowa Kecil, Kotamobagu Selatan yang jalannya sangat rusak, dan tidak pernah disentuh.

Terlebih Kota Kotamobagu meraih Opini WTP,  dan itu bisa dicapai karna  sistem pengawasan yang berjalan  dari Pihak DPRD juga,  yang terus memberikan masukan dan kritikan secara terus menerus.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*